PERANG
Tak terdengar lagi desingan peluru persis ketika sang penjajah itu datang lagi ke negeri ini. Yang ada hanyalah gonggongan anjing pelacak yang bersungut-sungut disisi para algojo. Dan barisan prajurit kita yang dulu berteriak darah kini justru mengarahkan moncong senapannya kedada rakyat yang tak mengerti apa sesungguhnya arti sebuah kunjungan kenegaraan. Memang prajurit kini adalah robot yang dipelintir remotenya oleh Adidaya dunia. Perwira militer digembleng dalam pabrik mekanistik. senjata-senjata diproduksi dan dioperasikan dalam wilayah radar mereka. Beda dengan pejuang kita dulu yang lahir dari rahim rakyat. Bangkit berjuang dengan kegagahan penuh ketakjuban.Mereka bersenjatakan bambu runcing. Sungguh heroik, karena mereka tidak terjangkau poelacakan radar penjajah. Karena mereka tak dibawah gemblengan penjajah. Mereka bangkit melawan dengan kesadaran yang bersahaja. Tapi memukau batin mereka yang berpihak pada kebenaran.Di hari yang penmuh luka ini izinkan aku mengutyuk dengan kesadaran tertinggi kepada para rohaniawan yang mendukung para pecundang itu, bahkan pun kepada para pecundang itu sendiri !


0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home