Jubah Yang Hembuskan Berkah Cintanya
Mendengar kembali lagu lama berarti mengungkit kenangan terpendam. Dulu ketika heroisme beragama mulai dihembuskan melalui perkaderan, gelora jiwa muda mencitrakan dirinya menjadi sedemikian militan. Ada keteguhan dalam prinsip. Ada harapan dalam cita-cita. Ada goresan pengalaman setiap hari yang begitu membekas. Pada setiap episode dimana kerja-kerja yang disebut perjuangan itu menorehkan sejarahnya, setiap itu pula lagu alam mengiring geraknya. Bahkan lagu alam dalam bentuknya yang paling bersahaja seperti semilir angin, ada suatu ketika kita merasakan desir angin yang sama sebagaimana dulu ketika suatu peristiwa terjadi. Apalagi ketika lagu itu berwujud aransemen bunyi-bunyian yang harmoni. Tentu lebih membekas lagi kenangan yang bisa diungkapnya.
Hidup berarti secara otomatis kita bergerak merekam setiap peristiwa yang dibundel menjadi episode kehidupan. Ada yang mengharukan, ada pula yang menegangkan. Ada yang menyenangkan adapula yang menyakitkan. Bahkan ada suatu masa ketika kita pernah merasakan hati sedemikian berbunga-bunga hanya karena berdekat-dekatan dengan akhwat dibalik tabir, atau karena menyaksikan kemunculan segerombolan mereka berjalan keluar pintu gerbang dengan jubah-jubah kebesarannya. Perasaan berbunga-bunga mungkin ungkapan melankolis, tapi sesungguhnya lebih pada sikap ketakjuban yang menggebu. Pada semilir angin kedamaian yang menyebarkan aroma cinta, pencerahan dan kesejatian yang menghembuskan berkah sepoi-sepoinya melalui jubah mereka yang berkibar.
Hidup berarti secara otomatis kita bergerak merekam setiap peristiwa yang dibundel menjadi episode kehidupan. Ada yang mengharukan, ada pula yang menegangkan. Ada yang menyenangkan adapula yang menyakitkan. Bahkan ada suatu masa ketika kita pernah merasakan hati sedemikian berbunga-bunga hanya karena berdekat-dekatan dengan akhwat dibalik tabir, atau karena menyaksikan kemunculan segerombolan mereka berjalan keluar pintu gerbang dengan jubah-jubah kebesarannya. Perasaan berbunga-bunga mungkin ungkapan melankolis, tapi sesungguhnya lebih pada sikap ketakjuban yang menggebu. Pada semilir angin kedamaian yang menyebarkan aroma cinta, pencerahan dan kesejatian yang menghembuskan berkah sepoi-sepoinya melalui jubah mereka yang berkibar.


0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home