Selamat Datang di Meditasi Harian Walianglangi

Sunday, November 26, 2006

Keheningan Menyesakkan Rindu

Terkadang dalam keheningan pada kedalaman batinku, aku menjeritkan pertaubatan. Ada rindu yang menyesak di sana. Keharuan lahir dari rindu berkepanjangan. Sehingga terkaparlah tubuh ringkihku sesunggukan dalam terror diam bisuku. Kenapa keheningan selalu menyimpan potensi yang teramat menyiksa. Padahal kita terlahir dari posisinya yang melimpah. Padahal ia menyisakan ruang untuk mengatakan cinta. Ya! Cinta selalu meregang diri dalam hening yang terperih. Ketika mata mengalirkan air mata yang tak juga duka.
Di sini aku bertanya padamu : adakah tersisa semacam cerita dipelupuk matamu sehingga engkau begitu menghindari pertemuan ini. Pertemuan yang sesungguhnya adalah perjumpaan. Ya! Perjumpaan antara dua hati yang sekiranya tak terlahir dari heningnya cinta maka dia tak kan saling kenal mengenal. Sementara tatapan liarmu mengingatkan aku pada kebencian yang melekat di sela-sela derita yang tak putus menyerang. Siapa sesungguhnya yang tidak setia antara dua hati yang pada awalnya punya derajat yang sama. Hati yang dilekati seonggok kebencian atau hati yang darinya derita memuntahkan pilu. Tak ada juga yang patut dipersalahkan. Karena sesungguhnya segalanya masih simpang siur di tengah kemelaratan pemahaman tentang hidup yang dikerdilkan oleh manusia kuasa yang ambigu.

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home